Thursday, July 12, 2007

Kemewahan melawan Kebersamaan

Kemewahan

Malam minggu kemarin, Saya dan Jeung menghadiri pesta pernikahan anaknya Bos Medan Jaya Motor. Saya diundang? Nggak mungkin, dan tentu saja tidak bakalan, kenal saja nggak. Saya datang mewakili Pak’e, karena pada waktu yang bersamaan Pak,e ada job MC, pernikahan juga. Kayak’e penting banget ya? Bukan gitu , tapi ada doorprizenya motor (bisa ditebak saya dapet motor atau nggak?). Jadi saya disuruh datang.

Pernikahan yang serba 7, tanggal 7 bulan 7 tahun 07, jumlah makanan 7, pokoknya serba 7 lah. Jujur, baru pertama kali ini saya datang ke pesta pernikahan “orang gedhe”, jadi sedikit takjub, heran, gumun, ndomblong. Sebenernya saya nggak PeDe untuk hadir di pesta itu, ya karena saya merasa ini bukan golongan saya, jadi minder itu biasa to? Saya juga bingung motornya diparkir dimana? Wong pasti yang hadir bermobil-mobil semua. Dan itu terbukti, bingung cari parkiran motor. Muter. Muter

The food

Saya lupa apa aja, tapi ada 7 macam, yang saya ingat untuk makanan yang ada kuahnya, rada berlendir, rasanya juga mirip-mirip. Yang paling enak Sapi lada hitam. Makannya nggak bisa banyak-banyak, nanti yang lainnya nggak kebagian. Karena setiap meja ada 10 orang, makanya harus bagi-bagi, intinya saya tidak puas, karena saya bukan orang yang menjadikan makanan sebagai seni, atau lifestyle, makan ya untuk kenyang. Sederhana tapi kenyang hehe.

Satu hal lagi, makannya nggak bisa santai, ada sopan santun dan lain-lain, ndak ngisin-ngisini, juga nggak ada orang yang kami kenal. Sangat tidak nyaman, ditambah sepertinya orang-orang yang semeja dengan kami sudah sangat berpengalaman dalam hal makan-memakan dan menghadiri resepsi macam ini

Kebersamaan

Keesokan harinya, saya dan jeung pergi ke tempat mas Anton (njagong bayi). Bersama Mas Saad, Pak Erwin, Istrinya Pak Erwin. Rumahnya di gunung, setelah melewati beberapa lembah dan jurang akhirnya sampai di rumahnya mas Anton (hiperbola jangan terlalu dipikirkan berapa lembah dan gerapa curam jurang yang saya lewati). Samapi disana, ya biasa ngobrol kesana-kesini, disuguh maeman, minuman. Maemannya kacang telur,bawang, emping, pokoknya makanan khas-khas orang yang sedang punya gawe. Tiba waktu makan siang, keluarlah, sop, ayam goring, krupuk, sambal. Bila dibandingkan dengan makanan di resepsi yang saya tulis diatas tentu bukan tandingannya. Makan bersama, ternyata rasanya mak nyussss, bener enak, kenyang, wah komplit pokoknya. Saya berpikir kok bisa? Padahal, makanannya Cuma biasa, masakan rumah biasa, berpikir……berpikir dan terus berpikir………..Akhirnya saya menemukan perbedaan, yaitu kebersamaan. Nilai sebuah kebersamaan ternyata bisa mengalahkan segala kemewahan, bisa membuat makanan menjadi terasa lebih enak.

Terimakasih atas nikmat kebersamaan ini…………….

Saudara Saya Tilang Saja…Besok Sidang.

Sore itu, saya dalam perjalanan pulang ke Sanden dari Pleret. Lewat perempatan Manding dari timur. Pas di perempatan, sempat bingung mau memilih lurus atau belok kiri. Akhirnya saya memilih untuk belok ke kiri, dengan pertimbangan kiri jalan terus. Sempat mengamati lampu lalu lintas, sepertinya lampu merah tidak ada tanda panah (yang menandakan bahwa ke kiri menunggu lampu hijau). Langsung saja saya belok kiri. Dengan pede-nya motor melaju tidak kencang, kira-kira 50 m dari perempatan Bakulan ada orang yang memepet saya.

“Mas ke pinggir!” katanya. Orang tersebut ternyata polisi berseragam.

Sesudah sampai di pinggir langsung dia (seperti biasa) hormat

“bisa lihat-surat-suratnya ?”

Dalam hati saya sempat berpikir “Saya bukan tukang pos kok dimintain lihat surat-surat” tentu saja itu nggak saya ucapkan.

“Ini pak”,kata saya sambil menyerahkan SIM dan STNK.

Pak Polisi—yang belakangan saya ketahui bernama Gito—berkata”Langsung ke Pos Bakulan saja yang deket”

“Lha salah saya apa Pak ?” Tanya saya (bodoh banget)

“Saudara tadi melanggar lampu lalu-lintas dan marka jalan!” katanya

“OOO tak kira belok kiri boleh je Pak” dengan logat Bantul saya menjawab.

Akhirnya tak ikuti pak polisi itu ke Pos. Di Pos saya antri untuk ditilang.(ada yang lebih dulu ditilang daripada saya), sebelum saya ada perempuan yang sedang ditilang, sepertinya dia juga melanggar lampu merah dan marka jalan. Perempuan itu bilang tolong pak, kasihan pak, saya cuman bawa duit segini, duitnya untuk beli buku, dan alasan-alasan nggak mutu lainnya.

Pak Gito menjelaskan tentang kesalahan saya (melanggar lampu dan marka jalan)

“Dendanya berapa Pak?” tanya saya

“Tigapuluh ribu, soalnya dua pelanggaran “ Kata Pak Gito

Saya berpikir kok larang (mahal), SIM saja 15.000, mosok ini Cuma nglanggar lampu merah dan marka saja 30.000. Saya jadi malas membayar. Bukan kebetulan, jeung anak-anak sedang nunut Mas Gatot yang nganterin Motor ke Palbapang, yang melegakan ada Pieta. Kenapa melegakan ? soalnya calon suaminya Pieta Polisi, Polisi Lalu Lintas lagi. Ya udah, saya lalu SMS jeung.

Cin, Vey ditilang, sekarang di perempatan bakulan jalan parangtritis

Tidak lama kemudian Jeung telepon, Tanya kok bisa , bayar berapa.

Saya jelaskan, kalau minta tolong Pieta aja gimana?

Sementara itu Pak Gito sudah tidak sabar menunggu.

“Bagaimana? Saudara mau titip atau sidang sendiri?”

Saya bilang” Sek Pak, lagi nunggu wong ngeterke duit

Entah karena terburu-buru atau apa. Dia kembali lagi ke pos Manding, sambil menakut-nakuti saya.

“Sudah Saudara besok sidang sendiri saja”

saya Tanya” Sidangnya kapan pak?”

“Tanggal 18” katanya

Pak Gito lalu pergi, naik rx-king nya. Meninggalkan saya yang masih menunggu Pieta.

Akhirnya Pieta datang.

Speak-speak sebentar dengan Polisi yang di dalam. Ditelponkan calon pacarnya. Diambil keputusan calon suaminya harus datang ke situ untuk mengambil SIM dan STNK saya.

Jadilah saya menunggu lagi. 15 menitan saya menunggu.

Pak polisi yang di dalam menelpon partner-nya (pak gito),

“ternyata iki mau kenalan-e Tinton, Baji****”

“trus Tinton tak kon njukuk ndene”

“ben seko Kasihan tak kon ndene”

Gitu katanya Pak Polisi yang di dalam kepada Pak Gito. Saya nggak tahu apa jawabannya Pak Gito, nggak denger soalnya.

Tret-tret-treeeeet. Mas Tinton datang.

Basa-basi antar polisi (yang saya nggak gitu dong), Finally, SIM dan STNK kembali ke tangan. Setelah berbasa-basi, berterima kasih, perjalanan berlanjut…….

Coba Pak Gito ngasih denda 15.000 , pasti langsung saya bayar. Kalau nyebut nama Pak,e pasti lebih cepat kelarnya.

Dasar Polisi, Polisi.

Saya jadi bertanya-tanya duit dari tilangan saya lari kemana? Kok Pak Gito sedikit menakut-nakuti kalau besok saya harus siding sendiri. Fifty-fifty gitu?

Bagaimana sebenarnya proses duit setelah ditilang? Lari kemana duit tersebut? Padahal Pak Gito udah begitu gendut perutnya.

Saya bingung sekaligus bahagia duit saya nggak jadi hilang

Hidup Polisi, Hidup Pak Gito, Hidup Lampu Merah

Saturday, June 30, 2007

Arti Sebuah Nama

Beberapa semester yang lalu, kelas yang saya ikuti mendapat tugas untuk membuat kelompok, dan tiap kelompok harus diberi nama. Ada yang diberi nama Innofast, dan lain-lain pokoknya nama-nama yang mutakhir. Kelompok tempat saya tergabung masih bingung, mau menamakan kelompok. Akhirnya diambil nama Sugeng Rahayu, pertamanya sih mau dinamakan sri rejeki, tapi takut melanggar hak cipta, karena nama itu sudah digunakan untuk nama band. Sugeng rahayu berasal dari dua kata yaitu Sugeng dan Rahayu, yang kedua-duanya berarti hamper sama , yaitu selamat, hidup. Menurut saya itu adalah nama yang indah, bermakna.


Dipermasalahkan

Masalah muncul pada saat tugas-tugas dikumpulkan, oleh dosen saya (yang pernah kuliah di luar negeri, masternya) mbok cari nama lainnya , gitu inti dari perkataannya. Pasalnya oleh teman saya namanya dimodifikasi menjadi Sugeng Ra’ayu. Sudah jelas dosen tersebut nggak suka dengan nama itu.


Intinya

Shakespeare sih pernah bilang “apa arti sebuah nama …mawar bla..bla” Tapi bagi saya atau bagi orang Indonesia kebanyakan nama mempunyai arti dan tidak boleh sembarangan menggunakannya. Nama adalah doa kata orang-orang.

Perkembangan nama sendiri berjalan cukup menarik, generasi kakek moyang kita mungkin cukup dinamakan Supardi, Poniman, Poniyem (lahirnya Pon), Ngatijo (lahirnya Ngat=Minggu), dll.Sekarang, Coba amati daftar penerimaan SPMB, ada banyak nama yang mungkin kita sendiri asing mendengarnya. Jika dulu nama-nama bagus hanya muncul pada kalangan orang berduit, jaman sudah berganti. Nama bukan menjadi monopoli orang –orang berduit lagi. Orang-orang desa pun bisa memiliki nama-nama yang indah.


Ganti nama

Saya nggak tahu dengan adat lain, yang jelas untuk orang jawa pasti mengalami pergantian nama, yaitu saat menikah nama muda /nama gadis berubah menjadi nama tua. Saya pernah Kendurian pernikahan tetangga saya, usianya hanya terpaut beberapa tahun dari saya (25an) , namanya sudah seperti mbah-mbah (atmo rejo, apa siapa?)


Nama adalah doa

Anak pertama saya namanya vasant artinya malaikat, dan anaknya sih anteng, manutan, pokoke anak idaman deh, bila dibandingkan dengan adiknya. Nama adiknya sih Guevara …… tapi panggilannya ebel dari kata rebel, dan sesuai dengan namanya, anaknya ngeyel, dikasih tahu susahnya bukan main, mosok harus diganti namanya?


Nama saya X-Man

Pengalaman simbok saya pernah punya klien, namnya x-man, lalu simbok saya bertanya beneran apa?, iya nama saya Kaliman, orang-orang sini manggilnya X-man.

Friday, June 29, 2007

Lawu ohhh Lawu (c spasi d …cape de’)

Niatan pergi ke Lawu bermula saat saya merasa suntuk banget, abis ujian semester. Lalu ‘cling’ muncul insight ayo naik gunung, langsung yang pertama kali terbayang Lawu, Kenapa? Simple karena belum pernah ke sana. Lalu telpon Habib,

“Ayo munggah gunung Bib?” kata saya

“neng, endi?” Tanya habib

“Lawu”

“karo sopo, sopo wae?”Tanya Habib lagi

“Cah loro” kata saya

“yo sesuk lah gampang”

setelah beberapa kali rembug, masang iklan di bulletin Friendster, akhirnya ….Muafix ikut. Jadilah bertiga menantang bahaya menuju Lawu (koyo opo wae). Disepakati tanggal 23 Juni naik.

Tanpa pengalaman

Dari tiga orang ini belum ada satupun yang pernha naik ke Lawu, hanya mengandalkan surfing di internet, Tanya-tanya orang. Termasuk rute perjalanan Sampai di Gunung lawunya sendiri. Sebenernya saya lebih mengkhawatirkan apakah kami bisa sampai ke Gunung Lawu, Bukan khawatir bagaimana cara naik, apakah nanti tersesat pas naik Lawu.

Berbekal informasi yang didapat dari internet, dan Tanya-tanya ke teman. Akhirnya kami berangkat naik prameks, terus disambung bus ke tawangmangu, disambung lagi angkutan ke Cemoro Sewu (basecamp nya)

The trip begin

Karena kami naik Prameks yang jam 7, maka pagi-pagi benar sudah berangkat, motor dititipkan ke tempat Aswin, dari tempat aswin, diantarkan ke Stasiun Lempuyangan, Nunggu kereta (jadi ingat iwan fals), mau pipis, ke toilet, ee antrinya lama banget, belum sempat ke toilet prameks sudah datang. Setengah berebutan kami naik prameks, pertamanya tidak dapat tempat duduk, untung ada muafix yang memiliki penglihatan yang jeli. Duduk deh. Setengah perjalanan, habib perutnya sakit mau kebelakang, sedang saya kandung kemih berontak. Di dalam hati kami kapan sampai di Stasiun Balapan (jadi ingat Didi Kempot). Akhirnya Stasiun Balapan (perjalanan Cuma 1 jam, mbayar karcis 7000), tujuan pertama toilet.Legaaa rasanya.

Dengan Bekal nekad bertanya nggak malu-maluin, saya lalu bertanya kepada penjaga toilet
"Pak nek ajeng teng Tirtonadi (lagi-lagi didi kempot) medhal pundi?"
"Njenengan manut rel niki, terus , notok teteg sepur belok kiri....lha ajeng teng pundi to mas?"
"teng tawangmangu"
"ooo nggih nek teng tawangmangu nggih niko wau mengkih nyegad teng pertigaan sauwise teteg sepur"
"ooo nggih nuwun pak"

lalu melanjutkan perjalanan, kira-kira 500m, akhirnya ketemu bis Langsung Jaya (terkenal banyak kecelakaan) jurusan tawangmangu, bisnya ada tv, vcdplayer, disetelke lagu dangdut hehe sip okoke. sampai tawangmangu jam10.15, langsung ganti omprengan jurusan cemoro sewu (lupa bisnya mbayar 7000, omprengannya 5000), asapnya banyak, saya pusing mau muntah. Finally sampai di cemoro Sewu jam 10.45. temennya bawang Cabe deh hehe.

The pendakian
se
telah sampai cemoro sewu, kami nongkrong-nongkrong, istirahat. Kemudian karena perut lapar mampir ke warung beli sego pecel, wah enak lo, lalu ke masjid sholat bagi yang sholat. Jam 12an kami mulai naik. setelah lapor dan lain-lain, mulai deh.
Kabut mulai turun, diselingi gerimis, kok sepi ya keadaan, nggak kayak gunung-gunung, nafas mulai berat, nikotin keluar hehe. Baru beberapa meter meninggalkan pintu masuk, sudah menemukan tenda berisi dua pasang anak manusia (lawan jenis tentunya, ngapain ya?) Setelah beberapa kali naik turun, belok kanan kiri,sampai di pos1, lalu jalan mulai naik banget, yang bikin capek jalurnya dibikin kayak tangga (naik ke gedung kuliah aja udah ngos-ngosan apalagi ini), akibatnya stamina udah mulai turun, pos 2 membutuhkan waktu 1 jam untuk mencapainya. dengan keadaan dingin, tubuh capek kami menyerah (sebetulnya saya yang menyerah) mencapai puncak sudah bukan tujuan ,,, tujuannya pulang, kangen je

Ritme perjalanan yang kacau, nafas yang tidak teratur, tubuh yang tidak terlatih, stamina yang payah adalah factor-faktor yang menyebabkan gagalnya pencapaian ke puncak. Perlu diketahui walaupun Habib tergabung dalam mapagama, dan saya pernah beberapa kali naik gunung tapi kok ya kalah dengan muafiq yang berkali-kali meninggalkan jarak yang jauh di depan kami.

Sampai di pos 3—pos 3 berupa bangunan beratap, mirip gubug—dingin yang sudah menyerang tubuh ini benar-benar gila. Kami langsung mendirikan dome. Dan langsung njingkrung di dalam dome. Langkah pertama adalah membuat kopi untuk menghangatkan diri, setelah itu bikin sarimi, can you imagine 6 sarimi dibuat di nesting, airnya dikit, wah nganti mlendhek-mlendhek(kata orang kalau lapar makanan apa saja pasti habis, ternyata itu tidak terbukti, sariminya tidak habis). When nature calls, saya bingung, harus keluar dome menghadapi kedinginan. Dengan gagah berani saya keluar, terus pipis tidak lupa sebelum pipis mengucap mantra

“amit-amit mbah, bismillah, kulo pipis teng riki soale mboten enten wc”

biar tidak aboh.

Kembali ke tenda, sialnya saya harus keluar lagi untuk mengulangi ritual yang sama. Dan hasil yang didapatkan saya muntah-muntah akibat kedinginan.


Malam pun berlalu menjadi pagi, sepanjang malam dingin ters menyerang dengan segala kekuatan, membuat sleeping bag yang saya pakai tidak begitu ada manfaatnya, apalagi muafiq yang hanya memakai selimut. Sepanjang malam pula banyak pendaki yang istirahat sebentar di samping dome kami, banyak pendaki yang memutuskan untuk turun karena tidak kuat, ataupun mendirikan dome di pos 3. Pagi menjelang saatnya kami untuk pulang.

Setelah urusan packing beres, turunlah kami, disepanjang perjalanan sifat-sifat narrsis keluar, berfoto ria (niate opo sih). Turun juga capek sih, tapi tidak secapek kalau naik. Kira-kira menghabiskan waktu 4 jam untuk turun. Soto ayam sudah menyambut kami. Walaupun rada nggak ada rasanya (kurang bumbu), tapi ya dimakan lah

Sebelum naik angkot menuju tawangmangu, kami ke Masjid (untuk cuci muka, pipis ). Dari Tawangmangu, naik bis yang sama ketika kami berangkat, ke Tirtonadi. Turun di tirtonadi, harus jalan kira-kira 1 km ke Stasiun Balapan (mengejar prameks). Sampai di stasiun balapan, ritual yang sama. Ternyata eh ternyata prameksnya diajuin jamnya. Naik prameks, kami pulang………




Wednesday, June 27, 2007

Sate Klathak Masuk Wisata Kuliner

Akhirnya….kalimat yang terucap dari mulut saya. Ada dua makna sih, akhirnya wisata kuliner ke jogja, dan akhirnya sate klatahk masuk wisata kuliner. Pak bondan bilang rasanya mak nyus, Sate klathak yang dikunjungi, yang di dalam pasar jejeran (langganan keluarga)

Ngomong tentang sate klathak……sate klathak, memakai daging kambing, kenapa namanya klathak? Karena bare, nude alias nggak pake apa-apa (maksudnya bumbu) Cuma dikasih uyah (garam). Jadi daging kambing muda disundhuki terus dibakar, Nyundhuk-inya pake ruji sepeda, Biasanya untuk pemula disediakan kuah gulai, biar gak terlalu enek (saya dulu juga gitu), tapi setelah lama-kelamaan lawar (emange apa) enak juga.

Dimana bisa ketemu sate klathak

Selain di dalam pasar jejeran, mulai dari dusun jati (jalan imogiri timur), ke selatan sampai perempatan wonokromo (pasar jejeran) berderet-deret penjual sate kambing, dan biaanya mereka juga menyediakan sate klathak. Kalau masih bingung? Dari terminal giwangan ke selatan terus, la nanti ketemu lampu merah pertama , itulah perempatan wonokromo (pasar jejeran), kalau saya menyarankan sate klatahk yang ada di dalam pasar, tapi sayangnya buka-nya malam. Dingin-dingin makan sate klathak ditemani tehgula batu ……….. mak nyusss

Ngajak jeung makan Sate klathak
pertama-tama, jeung ngajak makan ke Texas, tapi saya pengennya klathak aja. Gigitan [pertama. weeee mak nyuss tenan, sampai dalam dua minggu ini udah bolak-balik ke warung sate klathak, udah addicted to sate klathak hehe

Monday, June 25, 2007

Panduan ke Lawu

berikut ini akan diuraikan cara-cara mendaki gunung lawu dimulai dari Jogja, dengan memilih naik kereta yaitu kereta prameks.
1. pramek berangkat pukul 7.00 wib(ada beberapa jadwal keberangkatan, info selanjutnya cari sendiri di google ya), tiketnya seharga 7000 rupiah turun di stasiun balapan
2. dari stasiun balapan , jalan ke timur, sampai teteg sepur belok kiri, nanti ada pertigaan , lha disitu nunggu bis jurusan tawang mangu, biasanya bis langsung jaya
3. sampai terminal tawang mangu langsung naik angkutan plat hitam, turunnya tergantung kita mau mulai naik dari mana cemoro kandang atau cemoro sewu.
4. sampai di basecamp, siap-siap, lebih baik pendakian dimuali pas siang, soalnya lawu sangat dingin, ada 5 pos, paling jauh jarak antara pos 1 dan pos2, pos 2 dan pos 3 lumayan ngetrek, pos 3 dan pos 4 ngetrek bangeet, pos4 ke pos5 deket, jalur pendakian sudah berbatu jadinya enak banget, tapi berundak-undak, rada bikin capek
begitu laporan saya

situs paserbumi ????

udah beberapa hari situs paserbumi nggak bisa diakses, katanya karena kesalahan tombro dalam memasukkan kode dalam berita.
pertanyannya ? kenapa tidak dibuat simpel saja, kayak punyanya slemania?
birokrasi yang sangat sulit, seharusnya bagina website mempunyai otonomi sendiri, bagaimana bisa maju jika yang ngurusi hanya satu orang. mbok dibikin tim ada fotografernya, yang nulis berita.
arep gabung wae ndadak ngubungi lurahe, carike dan lain-lain
untuk adminnya sekarang gimana bisa ngurusi nek adminne neng korea,
nyebahi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!111